0 Wisuda Santri Gabungan 2009
Selasa, 03 Januari 2012
Label:
Dokumentasi
Pada hari Ahad, tanggal 12 Rajab 1430 bertepatan 5 Juli 2009 M, TPQ Amirul Mukminin mengadakan wisuda santri gabungan. TPQ yang tergabung pada wisuda gabungan pada saat itu ada 5 TPQ. sayangnya data tentang TPQ yang bergabung pada saat itu sudah tidak terdeteksi lagi.
Sebetulnya wisuda itu sudah lewat 2 tahun yang lalu, tapi karena dokumentasi masih ada di komputer jadi kita upload saja ke blog ini.
Berikut dokumentasinya: Klik gambar untuk memperbesar.
Read more
Sebetulnya wisuda itu sudah lewat 2 tahun yang lalu, tapi karena dokumentasi masih ada di komputer jadi kita upload saja ke blog ini.
Berikut dokumentasinya: Klik gambar untuk memperbesar.
![]() |
| Spanduk wisuda dipasang pada malam harinya |
![]() |
| Plakat sebagai cinderamata bagi para wisudawan |
![]() |
| Piala-piala bagi para juara |
![]() |
| Abdurrahim sebagai pelantun alunan suci |
![]() |
| Megawati, santri Amirul Mukminin alumni 2008 sedang berceramah di atas mimbar |
![]() |
| Haji Sulaiman sebagai sesepuh dan pembina sedang memberikan kata sambutan |
![]() |
| Pembina sedang membawakan sambutan |
![]() |
| Wisudawan peringkat I, II, III. Dari kiri: Nur Fadillah, Maghfirah, Andreanov |
![]() |
| Foto bersama: chess |
![]() |
| Para penonton |
![]() |
| Nasyid yang dibawakan oleh TPQ ... Maaf, kami lupa TPQ apa namanya. |
![]() |
| Apa itu di sana? |
0 Wisuda Santri Gabungan 2008
Label:
Dokumentasi,
Kegiatan
Pada hari Ahad, tanggal 4 Jumadal Ukhro 1429 bertepatan 8 Juni 2008 M, TPQ Amirul Mukminin mengadakan wisuda santri gabungan. TPQ yang tergabung pada wisuda gabungan pada saat itu ada 3 TPQ, yaitu: TPQ Amirul Mukminin, TPQ Nurul Iman Bangkala, TPQ Darul Muttaqin Dampang Bira.
Sebetulnya wisuda itu sudah lewat 3 tahun yang lalu, tapi karena dokumentasi masih ada di komputer jadi kita upload saja ke blog ini.
Berikut dokumentasinya: Klik gambar untuk memperbesar.
Read more
Sebetulnya wisuda itu sudah lewat 3 tahun yang lalu, tapi karena dokumentasi masih ada di komputer jadi kita upload saja ke blog ini.
Berikut dokumentasinya: Klik gambar untuk memperbesar.
![]() |
| Spanduk wisuda santri gabungan 2008 |
![]() |
| Para santri wisudawan |
![]() |
| Para penonton |
![]() |
| Lagi ngatur hadiah |
![]() |
| Penonton |
![]() |
| Ustadz Harun lagi merapikan santri |
![]() |
| Ustadz Madinah sebagai master of ceremonial |
![]() |
| Ustadz Harun lagi membawakan sambutan |
![]() |
| Santri yang akan diwisuda tahun 2009 |
![]() |
| Pembina TPQ membawakan sambutannya |
![]() |
| Seseorang dari DEPAG membawakan ceramah |
![]() |
| Nasyid yang dibawakan oleh munsyid lokal |
![]() |
| Waktunya pengambilan ijazah santri |
![]() |
| Foto bareng |
![]() |
| Semoga bisa bertemu kembali, Ustadz |
0 Sebelum Meninggal Dia Mengatakan, "Aku Mencium Bau Surga!"
Minggu, 01 Januari 2012
Label:
Kisah
Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu
Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujuh golongan orang
yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari
naunganNya di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam
melaksanakan ketaatan kepada Allah."
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka. "Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau Surga!" Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau Surga."
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar... Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang firman Allah.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14] : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya. Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.
Saudara-saudaraku tercinta... kisah belum selesai... saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau Surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Alloh yang berfirman, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Alloh" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Fushshilat [41] : 30-32)
(Serial Kisah Teladan; Muhammad bin Shalih Al-Qahthani)
Read more
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka. "Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau Surga!" Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau Surga."
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar... Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang firman Allah.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14] : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya. Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga para persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh rang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalloh...sungguh indah kematian seperti ini. Kita mohon semoga Alloh menganugerahkan kita husnul khatimah.
Saudara-saudaraku tercinta... kisah belum selesai... saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau Surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Alloh yang berfirman, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Alloh" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Fushshilat [41] : 30-32)
(Serial Kisah Teladan; Muhammad bin Shalih Al-Qahthani)
1 Wisuda Santri TPQ Amirul Mukminin Angkatan II
Senin, 26 Desember 2011
Label:
Dokumentasi,
Kegiatan
Setelah mengexplorasi, discovering, browsing, kami menemukan foto-foto terdahulu dari zaman yang telah berlalu daripada sejarah TPQ Amirul Mukminin. Setelah kami menimbang dengan penuh pertimbangan, memperhatikan dengan penuh perhatian, maka kami memutuskan dengan keputusan yang pasti untuk meng-upload foto-foto dokumentasi tersebut.
Kali ini yang kami upload adalah adalah foto dokumentasi dari wisuda santri TPQ Amirul Mukminin Angkatan II. Foto-fotonya mungkin agak buram, karena wajarlah seperti itu. Monggo...
Read more
Kali ini yang kami upload adalah adalah foto dokumentasi dari wisuda santri TPQ Amirul Mukminin Angkatan II. Foto-fotonya mungkin agak buram, karena wajarlah seperti itu. Monggo...
![]() |
| Para wisudawan dan wisudawati sedang menunggu dengan antusiasme yang tinggi |
![]() |
| Jangan ketawa! Mereka lagi serius |
![]() |
| Para santri yang belum diwisuda turut memberikan andil |
![]() |
| Ustadz Madinah sebagai master of ceremonial |
![]() |
| Dia lagi mengaji |
![]() |
| Mereka lagi duduk |
![]() |
| Ustadz Harun sedang memberikan kata sambutan |
![]() |
| Kapan ya kita diwisuda juga seperti mereka? |
![]() |
| Pembina TPQ sedang membawakan sambutannya |
![]() |
| Ustadz Askariyaman yang membawakan taushiyah pada acara tersebut |
![]() |
| Ustadz Indra Jaya sedang membawakan sambutan |
![]() |
| Para wisudawan sedang foto bersama-sama |
![]() |
| Antusiasme yang tinggi |
![]() |
| Salah seorang wisudawan sedang membawakan ceramah kepada jama'ah |
![]() |
| Wakutnya pemberian ijazah |
![]() |
| Ya, waktunya pemberian ijazah |
![]() |
| Menunggu... |
![]() |
| Grup nasyid lokal bahkan memberikan penampilan terbaiknya |
![]() |
| Wisudawan I, II, dan III |
1 Logo Baru TPQ Amirul Mukminin
Kamis, 01 September 2011
Label:
Uncategorized
Pertengahan tahun 2011 yang lalu, TPQ Amirul Mukminin melakukan perubahan pada lambang TPQ. Yang dulu seperti ini:
Diubah menjadi seperti ini:
Arti dari lambang tersebut adalah:
Read more
| Logo lama TPQ Amirul Mukminin |
![]() |
| Logo Baru TPQ Amirul Mukminin |
- Menara masjid : menandakan ketinggian ilmu.
- Kubah masjid : menandakan masjid adalah tempat berlindungnya orang beriman dari tipu daya dunia.
- Buku terbuka bertuliskan Al-Qur'an dan As-Sunnah : menandakan bahwa kitab Al-Qur'an dan Sunnah Nabi akan mengantarkan orang beriman ke surga, bagaikan burung yang terbang ke angkasa.
- Warga hijau sebagai warna lambang : mengikuti warna diantara warna yang disukai Nabi.
- Amirul Mukminin : dalam bahasa Indonesia berarti "Pemimpin orang-orang yang beriman". Nama ini diambil dari nama masjid yang mana TPQ bernaung di bawahnya. Dengan harapan semoga generasi dari TPQ ini bisa menjadi pemimpin orang-orang yang beriman kelak.





















































